Puncak Hanya Bonus Jadikan Rumah Sebagai Tujuan

Posted by Unknown Minggu, 31 Mei 2015 0 komentar
Mumpung lagi rame-ramenya orang mendaki gunung, saya jadi tertarik untuk ikut mendaki gunung. Tentu saya awali dengan gunung yang terdekat dari lokasi saya sekarang yaitu Gunung Marapi di Sumatera Barat dengan ketinggian 2891 m dpl. Dan ternyata pendakian ini cukup melatih fisik lho serta menyenangkan. Bagi yang tertarik silahkan datang jangan ragu-ragu, berkspresilah semaumu selagi mampu =D









Pendaki sejati jangan merusak alam ya, cukup nikmati keindahannya ^_^ | 
SAVE EDELWEIS

"Puncak hanyalah bonus, tujuan utama tetaplah Rumah"

Baca Selengkapnya ....

Deskripsi Peran Perawat Di Kamar Operasi

Posted by Unknown Jumat, 13 Februari 2015 0 komentar




Selamat siang teman sejawat, yang nanti ingin jadi perawat OK sebelumnya wajib baca ini ya..cekidot :)


Pengertian Kamar Operasi


Kamar operasi adalah suatu unit khusus di rumah sakit, tempat untuk melakukan tindakan pembedahan, baik elektif maupun akut, yang membutuhkan keadaan suci hama (steril).


Secara umum lingkungan kamar operasi terdiri dari 3 area.


1. Area bebas terbatas (unrestricted area)
Pada area ini petugas dan pasien tidak perlu menggunakan pakaian khusus kamar operasi.


2. Area semi ketat (semi restricted area)
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus kamar operasi yang terdiri atas topi, masker, baju dan celana operasi.


3. Area ketat/terbatas (restricted area).
Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus kamar operasi lengkap dan melaksanakan prosedur aseptic.


Job Description Kamar Operasi


Peran perawat perioperatif tampak meluas, mulai dari praoperatif, intraoperatif, sampai ke perawatan pasien pascaanestesi. Peran perawat di kamar operasi berdasarkan fungsi dan tugasnya terbagi 3 yaitu :

1. Perawat administratif
2. Perawat pada pembedahan
3. Perawat pada anestesi

Pada praktiknya, peran perawat perioperatif dipengaruhi oleh beberapa faktor :


1. Lama pengalaman
Lamanya pengalaman bertugas dikamar operasi, terutama pada kamar pembedahan khusus, seperti sebagai perawat instrumen di kamar bedah saraf, onkologi, ginekologi, dan lain lain akan memberikan dampak yang besar terhadap peran perawat dalam menentukan hasil pembedahan.


2. Kekuatan dan ketahanan fisik
Beberapa jenis pembedahan, seperti bedah saraf, toraks, kardiovaskular, atau spina memerlukan waktu operasi yang panjang. Pada kondisi tersebut, perawat instrumen harus berdiri dalam waktu lama dan dibutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Oleh karena itu, agar mengikuti jalannya pembedahan secara optimal, dibutuhkan kekuatan dan ketahanan fisik yang baik.


3. Keterampilan
Keterampilan terdiri atas keterampilan psikomotor, manual, dan interpersonal yang kuat. Agar dapat mengikuti setiap jenis pembedahan yang berbeda-beda, perawat instrumen diharapkan mampu untuk mengintegrasikan antara keterampilan yang dimiliki dengan keinginan dari operator bedah pada setiap tindakan yang dilakukan dokter bedah dan asisten bedah. Hal ini akan memberikan tantangan tersendiri pada perawat untuk mengembangkan keterampilan psikomotor mereka agar bisa mengikuti jalannya pembedahan.


4. Sikap professional
Pada kondisi pembedahan dengan tingkat kerumitan yang tinggi, timbul kemungkinan perawat melakukan kesalahan saat menjalankan perannya. Perawat harus bersikap professional, dan mau menerima teguran. Kesalahan yang dilakukan oleh salah satu peran akan berdampak pada keseluruhan proses dan hasilpempedahan.


5. Pengetahuan
Yaitu pengetahuan tentang prosedur tetap yang digunakan institusi. Perawat menyesuaikan peran yang akan dijalankan dengan kebijakan dimana perawat tersebut bekerja. Pengetahuan yang optimal tentang prosedur tetap yang berlaku akan memberikan arah pada peran yang dilaksanakan.


Peran Perawat Pre Operasi

  1. Sebelum tindakan operasi dimulai, peran perawat melakukan pengkajian pre operasi
  2. awal, merencanakan penyuluhan dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan
  3. pasien, melibatkan keluarga atau orang terdekat dalam wawancara, memastikan
  4. kelengkapan pemeriksaan praoperasi, mengkaji kebutuhan klien dalam rangka
  5. perawatan post operasi.
a) Pengkajian
Sebelum operasi dilaksanakan pengkajian menyangkut riwayat kesehatan dikumpulkan, pemeriksaan fisik dilakukan, tanda-tanda vital di catat dan data dasar di tegakkan untuk perbandingan masa yang akan datang. Pemeriksaan diagnostik mungkin dilakukan seperti analisa darah, endoskopi, rontgen, endoskopi, biopsi jaringan, dan pemeriksaan feses dan urine. Perawat berperan memberikan penjelasan pentingnya pemeriksaan fisik diagnostik.


Disamping pengkajian fisik secara umum perlu di periksa berbagai fungsi organ seperti pengkajian terhadap status pernapasan, fungsi hepar dan ginjal, fungsi endokrin, dan fungsi imunologi.


Status nutrisi klien pre operasi perlu dikaji guna perbaikan jaringan pos operasi, penyembuhan luka akan di pengaruhi status nutrisi klien. Demikian pula dengan kondisi obesitas, klien obesitas akan mendapat masalah post operasi dikarenakan lapisan lemak yang tebal akan meningkatkan resiko infeksi luka, juga terhadap kesulitan teknik dan mekanik selama dan setelah pembedahan.


b) Informed Consent
Tanggung jawab perawat dalam kaitan dengan Informed Consent adalah memastikan bahwa informed consent yang di berikan dokter di dapat dengan sukarela dari klien, sebelumnya diberikan penjelasan yang gamblang dan jelas mengenai pembedahan dan kemungkinan resiko.


c) Pendidikan Pasien Pre operasi
Penyuluhan pre operasi didefinisikan sebagai tindakan suportif dan pendidikan yang dilakukan perawat untuk membantu pasien bedah dalam meningkatkan kesehatannya sendiri sebelum dan sesudah pembedahan. Tuntutan klien akan bantuan keperawatan terletak pada area pengambilan keputusan, tambahan pengetahuan, keterampilan,dan perubahan perilaku.

Dalam memberikan penyuluhan klien pre operasi perlu dipertimbangkan masalah waktu, jika penyuluhan diberikan terlalu lama sebelum pembedahan memungkinkan klien lupa, demikian juga bila terlalu dekat dengan waktu pembedahan klien tidak dapat berkonsentrasi belajar karena adanya kecemasan atau adanya efek medikasi sebelum anastesi.


d) Informasi Lain
Pasien mungkin perlu diberikan penjelasan kapan keluarga atau orang terdekat dapat menemani setelah operasi. Pasien dianjurkan berdo’a.Pasien diberi penjelasan kemungkinan akan dipasang alat post operasinya seperti ventilator, selang drainase atau alat lain agar pasien siap menerima keadaan post operasi.


Peran Perawat Administratif
perawat administratif berperan dalam pengaturan manajemen penunjang pelaksanaan pembedahan. Biasanya terdiri dari perencanaan dan pengaturan staf, kolaborasi penjadwalan pasien bedah, perencanaan manajemen material, dan manajemen kinerja.


Peran perawat administratif :


a. Perencanaan dan Pengaturan Staf

Pengaturan dan penjadwalan staf adalah tanggungbjawab manajemen tang dipercayakan dan diberikan kepada perawat administratif. Dalam upaya memenuhi standar ini, staf yang melakukan tanggung jawab administratif ini harus memahami cara untuk mengembangkan standar pengaturan dan penjadwalan staf.

Menurut Gruendemann (2006), ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan pengaturan staf, yaitu :

1) Mengidentifikasi jenis pekerjaan yang akan dilakukan
2) Mengidentifikasi jumlah staf yang diperlukan
3) Mengidentifikasi tipe pekerja yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut
4) Mengembangkan pola pengaturan untuk penjadwalan staf. Penjadwalan staf meliputi pengembangan kebijakan penjadwalan dan pengembangan jadwal kerja untuk staf.


b. Identifikasi Jenis Pekerjaan

Dikamar operasi staf pekerjaan dibagi menjadi staf perawatan langsung dan staf perawatan tak langsung.

Staf perawatan langsung terdiri dari perawat scrub, perawat sirkulasi (unloop), perawat anestesi, dan perawat asisten operasi.

Staf perawatan tidak langsung tidak memberikan asuhan langsung kepada pasien. Semua personel tambahan yang diperlukan untuk mendukung ruang operasi, seperti sekretaris, teknisi instrumen, personel pelayanan lingkungan, personel transport, personel keuangan, dan perawat administratif dipertimbangkan juga sebagai pemberi perawatan tidak langsung.

Perencanaan jumlah staf perawatan langsung atau tidak langsung disesuaikan berdasarkan kebutuhan dari jumlah ruang operasi yang tersedia setiap jam per hari dan disesuaikan dengan kebujakan pada setiap institusi.


c. Penjadwalan staf

Kebijakan penjadwalan menjadi kerangka kerja untuk mengembangkan jadwal kerja staf yang dilakukan secara adil dan konsisten, dalam kaitannya dengan pedoman penjadwalan yang jelas. Kebijakan harus mencakup tanggung jawab staf untuk bekerja pada akhir minggu, merotasi shift, memenuhi panggilan, bekerja pada hari libur, dan bekerja tengah malam.

Kebijakan juga harus meliputi penetapan waktu libur dan mengidentifikasi rasio staf perawatan langsung seperti perawat scrub, perawat asisten operasi, dan perawat anestesi per shift.


d. Penjadwalan Pasien Bedah

Dilakukan oleh perawat administratif berkolaborasi dengan dokter bedah pada setiap kamar bedah yang tersedia. Peran perawat supervisor atau administratif dalam mengatur jadwal pasien bedah bertujuan untuk menjaga kondisi para perawat perioperatif di kamar bedah.

Kolaborasi dilakukan dengan memperhitungkan jenis dan lamanya pembedahan.


e. Manajemen Material dan Inventaris

Perawat administratif yang melakukan perencanaan dan control terhadap inventaris dan material biasanya adalah Kepala Perawat di ruang operasi yang dibantu oleh staf nonoperatif.

Barang inventaris yang berada digudang kamar operasi seperti kereta lemari, tempat pemnyimpanan kereta, tempet penyimpanan barang-barang khusus dikamar operasi, dan cabinet masing-masing kamar operasi. Persediaan tersebut dapat berupa peralatan medis dan bedah, barang steril dan non steril, obat-obatan, baki untuk instrumen, atau barang lain yang digunakan dikamar operasi. Inventaris biasanya selalu mengacu pada barang medis dan bedah yang sebagian besar bersifat habis pakai.

Fungsi kontrol terhadap material dilakukan dengan tuuan untuk memberikan rasa percaya antarstaf. Persediaan harus memadai jika sewaktu-waktu diperlukan.


f. Pengaturan kinerja

Pengaturan kinerja dengan cara yang sistematis agar staf dapat mencapai tujuan penyelesaian tugas secara optimal.

Perencanaan kegiatan sistematis direncanakan secara individual terhadap seluruh staf, misalnya pengaturan staf baru dengan metode orientasi dasar, bimbingan kompetensi kamar operasi, dan pengenalan alat canggih. Implementasi kegiatan dapat berupa umpan balik terhadap hasil yang terlaksana. Penilaian kinerja staf akan mencermati hasil disesuaikan dengan kebijakan institusi.


Peran Perawat Instrumen

Perawat scrub atau di Indonesia dikenal sebagai perawat instrumen memiliki tanggung jawab terhadap manajemen instrumen operasi pada setiap jenis pembedahan. Secara spesifik peran dan tanngung jawab dari perawat instrumen adalah sebgai berikut :
  1. Perawat instrumen menjaga kelengkapan alat instrumen steril yang sesuai dengan jenis operasi.
  2. Perawat instrumen harus selalu mengawasi teknik aseptik dan memberikan instrumen kepada ahli bedah sesuai kebutuhan dan menerimanya kembali.
  3. Perawat instrumen harus terbiasa dengan anatomi dasar dan teknik-teknik bedah yang sedang dikerjakan.
  4. Perawat instrumen harus secara terus menerus mengawasi prosedur untuk mengantisipasi segala kejadian
  5. Melakukan manajemen sirkulasi dan suplai alat instrumen operasi. Mengatur alat-alat yang akan dan telah digunakan. Pada kondisi ini perawat instrumen harus benar-benar mengetahui dan mengenal alat-alat yang akan dan telah digunakan beserta nama ilmiah dan mana biasanya, dan mengetahui penggunaan instrumen pada prosedur spesifik.
  6. Perawat instrumen harus mempertahankan integritas lapangan steril selama pembedahan.
  7. Dalam menangani instrumen, Perawat instrumen harus mengawasi semua aturan keamanan yang terkait. Benda-benda tajam, terutama skapel, harus diletakkan dimeja belakang untuk menghindari kecelakaan.
  8. Perawat instrumen harus memelihara peralatan dan menghindari kesalahan pemakaian.
  9. Perawat instrumen harus bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan kepada tim bedah mengenai setiap pelanggaran teknik aseptik atau kontaminasi yang terjadi selama pembedahan.
  10. Menghitung kasa, jarum, dan instrumen. Perhitungan dilakukan sebelum pembedahan dimulai dan sebelum ahli bedah menutup luka operasi.


Peran Perawat Sirkulasi

Perawat sirkulasi atau dikenal juga dengan sebutan perawat unloop bertanggung jawab menjamin terpenuhinya perlengkapan yang dibutuhkan oleh perawat instrumen dan mengobservasi pasien tanpa menimbulkan kontaminasi terhadap area steril.
  1. Perawat sirkulasi adalah petugas penghubung antara area steril dan bagian ruang operasi lainnya. Secara umum, peran dan tangggung jawab perawat sirkulasi adalah sebagai berikut :
  2. Menjemput pasien dari bagian penerimaan, mengidentifikasi pasien, dan memeriksa formulir persetujuan.
  3. Mempersiapkan tempat operasi sesuai prosedur dan jenis pembedahan yang akan dilaksanakan. Tim bedah harus diberitahu jika terdapat kelainan kulit yang mungkin dapat menjadi kontaindikasi pembedahan.
  4. Memeriksa kebersihan dan kerapian kamar operasi sebelum pembedahan. Perawat sirkulasi juga harus memperhatikan bahwa peralatan telah siap dan dapat digunakan. Semua peralatan harus dicoba sebelum prosedur pembedahan, apabila prosedur ini tidak dilaksanakan maka dapat mengakibatkan penundaan atau kesulitan dalam pembedahan.
  5. Membantu memindahkan pasien ke meja operasi, mengatur posisi pasien, mengatur lampu operasi, memasang semua elektroda, monitor, atau alat-alat lain yang mungkin diperlukan.
  6. Membantu tim bedah mengenakan busana (baju dan sarung tangan steril)
  7. Tetap ditempet selema prosedur pembedahan untuk mengawasi atau membantu setiap kesulitan yang mungkin memerlukan bahan dari luar area steril
  8. Berperan sebagai tangan kanan perawat instrumen untuk mengambil, membawa, dan menyesuaikan segala sesuatu yang diperlukan oleh perawat instrumen. Selain itu juga untuk mengontrol keperluan spons, instrumen dan jarum.
  9. Membuka bungkusan sehingga perawat instrumen dapat mengambil suplai steril.
  10. Mempersiapkan catatan barang yang digunakan serta penyulit yang terjadi selama pembedahan.
  11. Bersama dengan perawat instrumen menghitung jarum, kasa, dan kompres yang digunakan selama pembedahan.
  12. Apabila tidak terdapat perawat anestesi, maka perawat sirkulasi membantu ahli anestesi dalam melakukan induksi anestesi.
  13. Mengatur pengiriman specimen biopsy ke labolatorium
  14. Menyediakan suplai alat instrumen dan alat tambahan.
  15. Mengeluarkan semua benda yang sudah dipakai dari ruang operasi pada akhir prosedur, memastikan bahwa semua tumpahan dibersihkan, dan mempersiapkan ruang operasi untuk prosedur berikutnya.



Peran Perawat Anestesi

Perawat anestesi adalah perawat dengan pendidikan perawat khusus anestesi. Peran utama sebagai perawat anestesi pada tahap praoperatif adalah memastikan identitas pasien yang akan dibius dan melakukan medikasi praanestesi. Kemudian pada tahap intraoperatif bertanggung jawab terhadap manajemen pasien, instrumen dan obat bius membantu dokter anestesi dalm proses pembiusan sampai pasien sadar penuh setelah operasi.

Pada pelaksanaannnya saat ini, perawat anestesi berperan pada hampir seluruh pembiusan umum. Perawat anestesi dapat melakukan tindakan prainduksi, pembiusan umum, dan sampai pasien sadar penuh diruang pemulihan.


Peran dan tanggung jawab perawat anestesi secara spesifik antara lain :
  1. Menerima pasien dan memastikan bahwa semua pemeriksaan telah dilaksanakan sesuai peraturan institusi
  2. Melakukan pendekatan holistik dan menjelaskan perihal tindakan prainduksi
  3. Manajemen sirkulasi dan suplai alat serta obat anestesi
  4. Pengaturan alat-alat pembiusan yang telah digunakan.
  5. Memeriksa semua peralatan anestesi (mesin anestesi, monitor dan lainnya) sebelum memulai proses operasi.
  6. Mempersiapkan jalur intravena dan arteri, menyiapkan pasokan obat anestesi, spuit, dan jarum yang akan digunakan; dan secara umum bertugas sebagai tangan kanan ahli anestesi, terutama selama induksi dan ektubasi.
  7. Membantu perawat sirkulasi memindahkan pasien serta menempatkan tim bedah setelah pasien ditutup duk dan sesudah operasi berjalan.
  8. Berada di sisi pasien selama pembedahan, mengobservasi, dan mencatat status tanda-tanda vital, obat-obatan, oksigenasi, cairan, tranfusi darah, status sirkulasi, dan merespon tanda komplikasi dari operator bedah.
  9. Memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan ahli anestesi untuk melakukan suatu prosedur (misalnya anestesi local, umum, atau regional)
  10. Member informasi dan bantuan pada ahli anestesi setiap terjadi perubahan status tanda-tand vital pasien atau penyulit yang mungkin mengganggu perkembangan kondisi pasien.
  11. Menerima dan mengirim pasien baru untuk masuk ke kamar prainduksi dan menerima pasien di ruang pemulihan .


Peran Perawat Ruang Pemulihan

Perawat ruang pemulihan adalah perawat anestesi yang menjaga kondisi pasien sampai sadar penuh agar bisa dikirim kembali ke ruang rawat inap.

Tanggung jawab perawat ruang pemulihan sangat banyak karena kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat pada fase ini. Perawat yang bekerja diruangan ini harus siap dan mampu mengatasi setiap keadaan darurat. Walaupun pasien di ruang pemulihan merupakan tanggung jawab ahli anestesi, tetapi ahli anestesi mengandalkan keahlian perawat untuk memantau dan merawat pasien sampai bbenar-benar sadar dan mampu dipindahkan keruang rawat inap.




DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, Arif dan Kumala Sari.2009.Asuhan Keperawatan Perioperatif Konsep, Proses, dan Aplikasi. Jakarta : Salemba Medika.

semoga bisa jadi referensi sobat, salam sehat....

thanks to source

Baca Selengkapnya ....

Lirik Lagu Mars Hidup Sehat

Posted by Unknown 0 komentar

Pagi sobat Dox Article, salam sehat untuk teman-teman sejawatku. Pagi hari yang cerah kini kita akan menulis tentang lirik lagu Mars Hidup Sehat. Tentu lagu ini sudah tidak asing lagi bagi teman-teman yang berada di bidang kesehatan. Ketika ada acara-acara seperti Caping day, wisuda dan sebagainya lagu ini pasti dinyanyikan bersama tim paduan suara. Langsung saja simak liriknya cekidot...

1=f 4/4

Tiada yang lebih berharga dari nikmat hidup sehat

Sehat jasmani sehat rohani kunci hidup bahagia

Meski kaya terhormat mulia tapi pasti menderita

Jika penyakit musuh utama selalu menggoda


Bina hidup sehat diri dan keluarga

Bina lingkungan sehat masyarakat sentosa


Hidup sehat modal utama

Bagi pembangunan semesta

sehat sejahtera makmur merata

Berdasarkan pancasila



Demikianlah lirik lagu Mars Hidup Sehat ciptaan Sartono…

Partitur lagunya bisa didownload Disini

Baca Selengkapnya ....

Audiensi PPNI dan Menteri Kesehatan

Posted by Unknown Sabtu, 07 Februari 2015 0 komentar
Jakarta, 3/2/2015. Pengurus PPNI Pusat diterima Menkes Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M beserta jajaran Eseon I dan Eselon II serta Staf Ahli Menteri.

Pasca terbitnya UU No. 38/2014 tentang Keperawatan mengamanatkan 3 Peraturan Presiden dan Pemerintah, 9 Peraturan Menteri Kesehatan, 3 Peraturan Kementrian Ristek dan Dikti.

Pengurus Pusat PPNI melakukan menjalin komunikasi organisasi  dengan jajaran Kementerian Kesehatan di Era Presiden Jokowi. Agenda pertemuan meliputi diskusi upaya mempercepat implementasi UU Keperawatan (UUK). 





Pertemuan dibuka oleh Ibu Menteri dengan mempersilahkan Ketua Umum PPNI untuk menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan serta audiensi. Ibu Dewi Irawati, MA, PhD selaku Ketua Umum PPNI memperkenalkan delegasi dan menjelaskan berbagai isyu dan permasalahan dalam dunia keperawatan tingkat Nasional maupun International.

Fokus utama yang disampaikan kepada ibu Menkes adalah terkait dengan pembentukan konsil keperawatan dan aturan-aturan dalam pelaksanaannya, disamping itu juga disampaikan oleh Ketua Umum adalah peraturan-peraturan turunan dalam implementasi adanya Undang-Undang Keperawatan. Dalam kesempatan tersebut Ketua umum juga mengundang Menkes untuk dapat hadir dalam Munas IX PPNI di Palembang.

Dinamika reorganisasi kementerian adalah salah satu hal menarik yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut. Dirjen BUK menjelaskan adanya kemungkinan kedudukan Direktorat Keperawatan akan ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan kementerian. Namun beliau membuka wacara adanya unit khusus untuk menyelesiakan berbagai turunan peraturan dari UUK. Hal ini juga memerlukan komunikasi yang intens antara kementerian dan organisasi profesi serta stakeholder lain. Peluang pembahasan dan pengabungan peraturan yang diamanatkan dalam UUK dan UU Nakes juga disampaikan oleh Staf Ahli Menteri. Ketua Dewan Penasehat PPNI menyampaikan, agar PPNI diberi waktu untuk dapat berdiskusi secara teknis atas berbagai hal yang telah didiskusikan dalam pertemuan tersebut. Pertemuan ditutup dengan photo bersama (Masfuri).


Baca Selengkapnya ....

Isi Dari Undang-Undang Keperawatan

Posted by Unknown Sabtu, 08 November 2014 0 komentar
Setelah sekian lama tertunda, akhirnya UU Keperawatan resmi disahkan DPR pada tanggal 25 September 2014.  Maka ada payung hukum yang jelas untuk profesi perawat. Sebagai seorang perawat Indonesia kita diharuskan untuk memahami apa saja isi dari UU Keperawatan tersebut. Untuk detail lebi lanjut mengenai isi dari Undang-Undang Keperawatan Indonesia silahkan download disini UU Keperawatan No 38 Tahun 2014

Press Release
Persatuan Perawat Nasional Indonesia
UNDANG UNDANG KEPERAWATAN: PERAWAT SIAP DUKUNG REVOLUSI PELAYANAN KESEHATAN

Jakarta, 19/9/2014. Rancangan Undang Undang Keperawatan menunggu pengesahan di rapat paripurna DPR RI. Komisi IX DPR dan Pemerintah telah selesai melakukan pembahasan RUU Keperawatan tingkat I. Rancangan ini harus segera dapat disyahkan dalam paripurna agar materi dalam Undang Undang segera dapat diimplementasikan. Untuk itu, kami mengundang segenap perawat di tanah air untuk mendorong pengesahan rancangan UU Keperawata dalam periode DPR saat ini. Upaya perjuangan bersama selama lebih dari 10 tahun harus segera berhasil.  

Kehadiran UU Keperawatan ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perawat dalam pelayanan kesehatan yang lebih luas. Dengan layanan kesehatan oleh perawat yang kompeten dan berdedikasi tinggi yang tersebar hingga pelosok negeri, akan, berdampak pada meningkatkan kesehatan masyarakat yang lebih luas. Kehadiran perawat yang handal akan dapat menurunkan angka kecacatan, kematian dan kekambuhan penyakit. Percepatan pembangunan pelayanan kesehatan oleh pemerintah saat ini tanpa melibatkan perawat dengan populasi 60%, tidak akan berhasil dengan optimal. Sebagai contoh, saat ini format peran perawat di Puskesmas tidak jelas. Hal ini berdampak pada masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB), meningkatnya prevalensi gizi kurang atau stunting serta naiknya prevalensi penyakit tidak menular (PTM). Sementara di rumah sakit, akibat kurang diperhatikanya peran dan kompetensi perawat berdampak pada rendahnya efisiensi pelayanan kesehatan yang membebani pasien dan menurunkan akses pelayanan kesehatan. Jelaslah, tren peningkatkan pembiayaan kesehatan di Indonesia tidak berbanding lurus dengan peningkatan derajat kesehatan rakyat. Untuk itu, percepatan pengesahan, sosialisasi dan implementasi materi yang diamanatkan dalam UU Keperawatan tak dapat ditunda lagi. 

Selama ini, kalangan perawat sering dihantui ketidakpastian hukum terkait dengan praktik profesi yang dilakukan. Perawat harus melakukan berbagai macam pekerjaan pelayanan kesehatan bahkan tanpa kompensasi dan perlindungan yang memadai. Masyarakat menuntut banyak terhadap perawat untuk memberikan pelayanan yang mereka butuhkan. Akibat tuntutan dan desakan situasi, banyaknya area abu-abu yang harus dikerjakan, membuat kenyamanan bekerja perawat terganggu. Beberapa kasus, perawat bahkan dibawa ke meja hijau, membuktikan bahwa praktik keperawatan rawan dipidanakan. Aturan yang jelas dan sesuai kebutuhan masyarakat menjadi penting agar pelayanan yang diharapkan oleh masyarakat dapat terpenuhi. Kejelasan kewenangan juga membuat tim kesehatan dapat saling bantu dan bersinergi dalam melayani masyarakat. Sinergitas ini akan menghapus stereotype perawat sebagai pembantu. Tetapi akan menguatkan peran profesionalitas dalam memberi perawatan dan advokasi hak-hak pasien dalam pelayanan kesehatan.

Rancangan UU Keperawatan juga mengontrol perawat dengan lebih baik, pengaturan oleh lembaga mandiri yang setara dengan pengaturan di Negara maju melalui Konsil Keperawatan. Karena kewenangan yang diberikan harus dibarengi dengan kontrol kualitas yang lebih baik. Setiap perawat yang praktik harus berizin. Setiap dinas kesehatan wajib memberi izin praktik kepada perawat yang berhak. Kolegium Keperawatan akan merumuskan standar pendidikan profesi, menyusun kurikulum pendidikan profesi dan menyelenggarakan uji kompetensi profesi perawat untuk disahkan oleh Konsil. Organisasi Profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) akan mendorong perawat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara berkesinambungan. Semua hal diatas adalah upaya untuk meningkatkan kesiapan perawat untuk peran yang lebih strategis.

Pada akhirnya, reformasi bahkan revolusi pelayanan kesehatan tak akan efektif tanpa melibatkan dukungan yang massif dan terstruktur dari perawat. Perawat adalah unsur utama dalam perubahan system pelayanan kesehatan diberbagai belahan dunia. Tanpa mempersiapkan perawat yang kompeten dan berdedikasi dalam revolusi pelayanan kesehatan, peningkatan akses dan pelayanan yang adil bagi semua kalangan masyarakat akan sulit tercapai. Perawat siap menjadi kekuatan utama dalam revolusi pelayanan kesehatan Indonesia. Sahkan Rancangan UU Keperawatan 25 September 2014!

Informasi lebih lanjut, hubungi: Sekjend PPNI, Harif Fadilah, SKp, SH (0812 8420 0424),
Masfuri, SKp, MN (0813 1896 5892). www.inna-ppni.or.id


Maju Terus Profesiku



Baca Selengkapnya ....

Mengenal Taksonomi Diagnosa Keperawatan Versi NANDA

Posted by Unknown Jumat, 23 Mei 2014 0 komentar
By : Nur Martono
Banyak mahasiswa keperawatan di Indonesia yang telah memahami Asuhan keperawatan dengan NCP (Nursing Care Plan) didalamnya. Ada pula yang sering menggunakan Taksonomi Diagnosa Keperawatan versi NANDA. Untuk itulah kita akan sama-sama mengulas kembali dan mengetahui sekelumit latar belakang taksonomi diagnosa keperawatan versi NANDA (by the way - saya suka dengan singkatannya !!).

Apa itu NANDA ?

Sebenarnya NANDA adalah Singkatan dari North American Nursing Diagnosis Association (Asosiasi Diagnosa Keperawatan Amerika Utara). Meskipun singkatan NANDA lebih memaknakan sebuah organisasi, namun jangan terlihat tersurat, lebih menyimaknya secara tersirat.

NANDA secara internasional memiliki komitmen untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman keperawatan dalam membangun, menjabarkan, dan mengklasifikasi aspek keperawatan. Secara esensial NANDA mengembangkan, menjabarkan dan menyebarluaskan informasi Taksonomi Diagnosa Keperawatan yang secara umum digunakan oleh perawat profesional.

Taksonomi ini merupakan konsep kerangka kerja dalam menentukan sebuah diagnosa keperawatan. Konsep dari diagnosa keperawatan sendiri adalah upaya keberhasilan pendekatan klinis keperawatan dan diagnosa keperawatan secara internasional dianggap penting dalam pendekatan sistem dan rencana keperawatan klien/pasien (Barnum, 1994)

NANDA nomenklatur diagnosa keperawatan lebih melambangkan pengambilan keputusan tindakan klinis keperawatan tentang masalah kesehatan yang aktual atau potensial. Diagnosa Keperawatan NANDA menjelaskan tentang reaksi pasien terhadap penyakit atau trauma yang dapat diperbandingkan dengan kode ICD-9-CM(International Code of Diseases)/ diagnosa medis kedokteran, yang lebih menjelaskan penyakit atau trauma secara medis. NANDA saat ini berisi 167 diagnosa keperawatan yang telah disepakati dan terbagi dalam 9 domain (ranah). Setiap diagnosa terdiri dari label/judul, definisi, karakteristik umum dan khusus masing-masing definisi, dan faktor yang terkait.

Secara mudahnya NANDA adalah metode yang umum untuk menentukan dan mengmbangkan diagnosa keperawatan. Survey terbaru dari 43 Fakultas Keperawatan di Michigan, Amerika Serikat mengindikasikan bahwa penggunaan NANDA nomenklatur tetap konsisten tinggi di angka 91% (Keenan, 2001). Bahkan sebagian besar universitas mengajarkan NANDA nomenklatur dalam kurikulum mereka.

Saat mengkaitkan dengan klasifikasi Intervensi keperawatan (nursing intervention classification – NIC) dan klasifikasi tujuan diagnosa keperawatan (nursing outcomes classification – NOC), semua dikembangkan di Universitas Keperawatan Iowa. Sehingga sangat membantu menjelaskan proses keperawatan secara utuh.

Sejarah Pengembangan Nomenklatur Diagnosa Keperawatan NANDA

Kebutuhan untuk menstandarisasi bahasa dalam medical records (rekam medik) adalah bukan hal yang baru. Hal ini lebih dalam upaya mendefinisikan peran perawat, konstribusi dan keunikkan body of knowledge keperawatan yang akhirnya mengarahkan pengembangan klasifikasi diagnosa keperawatan.

Pada tahun 1973 Kristine Gebbie dan Mary Ann Lavin pertama kalinya membuat kelompok kerja (task force) untuk memberi nama dan mengklasifikasi Diagnosa Keperawatan. Kemudian tim kerja yang diberi nama Task Force of the National Conference Group on the Classification of Nursing Diagnoses (Pokja Konferensi Nasional Klasifikasi Diagnosa Keperawatan). Pokja ini terbentuk di tahun 1974, dan di tahun 1982 NANDA menyusun Pokja Nasional yang beranggotakan Amerika Serikat dan Kanada.

Di tahun 1986, The North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) membuat sistem klasifikasi yang memberi judul dan membunyikan diagnosa keperawatan. Taksonomi ini awalnya hanya daftar diagnosa keperawatan yang tersusun secara alphabet, namun kemudian menjadi satu sistem panduan klasifikasi diagnosa keperawatan (taksonomi) di tahun 1987 dikenal dengan Taksonomi NANDA I, dan menjadi standar teksbook pendidikan perawat di Amerika Serikat dan diseluruh dunia. Taksonomi NANDA II yang terbaru terbit di tahun 2012-2014.
Taksonomi NANDA

Sebuah taksonomi berarti sebuah metode yang terorganisir dari beberapa kumpulan informasi. NANDA dengan mudahnya membuat kerangka kerja diagnosa keperawatan lebih mudah dipetakan dan terstandarisasi. NANDA adalah sebuah kode yang tediri dari 9 (NINE) " Human Response Patterns" – sembilan pola respon tubuh manusia.
  1. Exchanging
  2. Communicating
  3. Relating
  4. Valuing
  5. Choosing
  6. Moving
  7. Perceiving
  8. Knowing
  9. Feeling

Daftar Diagnosa keperawatan versi NANDA memasukkan unsur 3 masalah :
  • Actual problems (Masalah Aktual)
  • Risks for problems (Masalah Resiko)
  • Welness Issues (Isu Sehat-sakit)

Dan setiap diagnosa keperawatan menyertakan selalu 4 komponen yang terpisah yaitu :
  • Judul Diagnosa
  • Definisi
  • Karakteristik Umum dan Khusus tiap masalah
  • Faktor Resiko/terkait

Sebagai contoh, diagnosa keperawatan "Nyeri" didefinisikan sebagai " Suatu keadaan tidak nyaman dari sensoris dan melibatkan pengalaman emosional klien yang mungkin muncul akibat kerusakan jaringan tubuh (aktual/potensial); yang muncul sesaat/perlahan dalam intensitas ringan – berat, yang dapat diprediksi, dan dalam durasi kurang dari 6 bulan. Karakteristik umum termasuk keluhan secara verbal, adanya tanda, penggunaan "pain killer drugs", perilaku protektif terhadap nyeri. Karakteristik khusus termasuk " fokus terhadap diri, gangguan persepsi terhadap waktu, gangguan proses pikir, penurunan interaksi dengan lingkungan dan orang lain, perilaku distraksi. Faktor yang berhubungan dengan nyeri antara lain adanya trauma biologis, kimia, fisik, dan psikologis.
 


Baca Selengkapnya ....

Bahaya Menghidupkan AC Saat Mobil Baru Berjalan

Posted by Unknown Kamis, 16 Januari 2014 0 komentar
Selamat siang sobat dox article, di kesempatan kali ini akan dibahas mengenai bahayanya menghidupkan AC saat mobil baru berjalan, setidaknya hasil penelitian ini akan berguna kalau saya punya mobil sendiri nanti, hehe..

aik mobil tanpa AC rasanya tidak enak banget, apalagi bagi seseorang yang tinggal di area perkotaan dengan mobil pribadinya yang tentu saja full AC. Begitu starter dinyalakan, saat itu juga udara dingin langsung mengalir dari sela-sela dashboard mobil yang berarti AC dalam keadaan ON.

Tapi tahukan anda menghidupkan AC pada mobil yang baru saja dihidupkan ternyata mengundang bahaya?

Perlu kita ketahui bahwa udara yg ada di dalam mobil (saat diparkir) mengandung Benzene/Bensol.

Nah, sekarang timbul pertanyaan:

Darimanakah Benzene ini berasal?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh UC, dashboard mobil, sofa, air freshener akan memancarkan Benzene, hal ini bisa disebabkan oleh suhu ruangan yg meninggi. (hati-hati jika mencium bau plastik terbakar di dalam mobil anda, segera cek asal bau tersebut).

Tingkat Benzene yang dapat diterima dalam ruangan adalah 50 mg per sq ft.

Sebuah mobil yg parkir di ruangan dengan jendela tertutup akan berisi 400-800 mg dari Benzene (itu berarti banyak sekali). 


Jika parkir di luar rumah di bawah sinar matahari pada suhu di atas 60 derajat F, tingkat Benzene berjalan sampai 2000-4000 mg (itu sama dengan 40 kali dengan tingkat yang dapat diterima).
Orang-orang di dalam mobil pasti akan menyedot kelebihan jumlah toksin. (toksin=zat racun)

Bahaya Benzene

Efek singkat menghirup high level benzene dapat mengakibatkan kematian, sedangkan menghirup low level benzene dapat menyebabkan kantuk, pusing, mempercepat denyut jantung, sakit kepala, tremors (tremor = gemetar secara tiba-tiba), kebingungan, dan ketidaksadaran.

Long term efeknya bisa menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan dapat menyebabkan penurunan sel darah merah, yang mengarah ke anemia.

Benzene juga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan dan menurunkan sistem kekebalan (seperti gejala AIDS yg melumpuhkan sistim kekebalan), meningkatkan resiko infeksi, menyebabkan leukemia dan lainnya yang terkait dengan kanker darah dan pra-kanker dari darah.

Benzene itu sendiri apa?

Benzene adalah toksin yang menyerang hati, ginjal, paru-paru, jantung, otak dan dapat menyebabkan kerusakan kromosom (kromosom=struktur makromolekul yg berisi DNA sebagai informasi penting menyangkut sifat & penurunan genetik pada seseorang)

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Buka kaca mobil anda sebelum berkendara! Jika Anda seorang yg mengendarai mobil silakan buka jendela setelah Anda masuk mobil dan jangan terburu-buru menyalakan AC. Hal ini dilakukan agar udara yg ada di dalam mobil bisa segera keluar dan tergantikan dengan udara yang lebih segar.

semoga bermanfaat 


Baca Selengkapnya ....

MARS PPNI Lagunya Perawat Indonesia

Posted by Unknown Jumat, 13 Desember 2013 3 komentar
Selamat pagi sobat "Dox Article, salam sejahtera. Semoga dipagi yang cerah ini akan menjadikan kita sebuah pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya. Kali ini saya akan menulis sebuah lirik lagu yang harus dan wajib diketahui oleh teman-teman sejawat yaitu seorang "PERAWAT INDONESIA". Lagu ini akan terus dinyanyikan dalam acara keepingday maupun wisuda. Ibarat lagu Indonesia Raya yang menjadi panutan bangsa Indonesia, kalau Mars PPNI adalah panutannya para Perawat Indonesia. Baiklah langsung saja simak dan pahami lalu nyanyikan...cekidot.

Lagu : Sutaljono
Syair : Sutaljono& S. Eko Ch. Purnom
1 = D 4/4

Persatuan Perawat Nasional Indonesia wujud ikatan profesi perawatan.
Tempat membina dan mengembangkan kemampuan diri dalam membuktikan keberadaannya.
Menapaklah dengan keyakinan lebih pasti, sejajar dalam abdikan diri,
Bangkit berdiri Dan langkahkan kakimu itu menatap hari esok penuh asa.

Wahai perawat Indonesia bangkitlah dan majulah untuk menolong skalian yang menderita.
Kuatkanlah pribadimu, tingkatkan pengetahuan tuk memb'rikan asuhan keperawatan,
Kita melangkah untuk mengisi pembangunan, bangsa Negara Indonesia
Untuk menghantarkan bangsa mnuju sehat semua, dengan semangat jiwa Pancasila.

Tercapai derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi warga Negara Indonesia.
Sebagai bukti kiprahnya mahkota putih suci dan mendukung pembangunan kesehatan bangsa,
Kami berhimpun dalam PPNI yang utuh, padu bersatu serta selaras,
Perawat Indonesia  mampu angkat citranya di masa depan di insan dunia.


Silahkan download MP3 nya klik disini (tunggu 5 detik lalu klik SKIP AD)

Video + Liriknya sobat

Baca Selengkapnya ....

Pemasangan Kateter Perkemihan (With Videos)

Posted by Unknown Senin, 11 November 2013 0 komentar

Selamat pagi sobat dox article, kali ini kita akan membahas salah satu tindakan dalam memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia yaitu "Kateterisasi Perkemihan". Sebelumnya akan dibahas secara singkat apa itu keteterisasi perkemihan?

Kateterisasi perkemihan adalah tindakan memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Terdapat dua jenis kateterisasi perkemihan, yaitu menetap dan intermiten.

Tujuan
  1. Menghilangkan ketidaknyamanan karena distensi kandung kemih.
  2. Mendapatkan urine steril untuk spesimen.
  3. Pengkajian residu urine.
  4. Penatalaksanaan pasien yang dirawat karena trauma medula spinalis, gangguan neuromuskular, atau pascaoperasi besar.
  5. Mengatasi obstruksi aliran urine.
  6. Mengatasi retensi perkemihan.
Alat dan Bahan
  1. Sarung tangan steril.
  2. Kateter steril (sesuai dengan ukuran dan jenis).
  3. Duk steril.
  4. Minyak pelumas/jeli.
  5. Larutan pembersih antiseptik (kapas sublimat)
  6. Spuit yang berisi cairan atau udara.
  7. Perlak.
  8. Pinset anatomi.
  9. Bengkok.
  10. Kantung penampung urine.
  11. Sampiran.
Prosedur Kerja 
Pemasangan kateter perkemihan pada pria
  1. Jelaskan prosedur. 
  2. Cuci tangan.
  3. Pasang sampiran.
  4. Pasang perlak.
  5. Gunakan sarung tangan steril.
  6. Pasang duk steril.
  7. Tangan kiri memegang penis lalu prepusium ditarik sedikit ke pangkalnya dan bersihkan dengan kapas sublimat.
  8. Kateter diberi minyak pelumas atau jeli pada ujungnya (kurang lebih 12,5-17,5 cm) lalu masukkan perlahan (kurang lebih 17,5-20 cm) dan sambil anjurkan pasien menarik napas dalam.
  9. Jika tertahan jangan dipaksa.
  10. Setelah keteter masuk, isi balon dengan cairan aquades atau sejenisnya untuk kateter menetap, dan bila intermiten tarik kembali sambil pasien diminta menarik napas dalam.
  11. Sambung ketetr dengan kantung penampung dan fiksasi ke arah atas paha/abdomen.
  12. Rapikan alat.
  13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
  14. Catat prosedur dan respons pasien.
Pemasangan kateter perkemihan pada wanita 
  1. Jelaskan prosedur. 
  2. Cuci tangan.
  3. Pasang sampiran.
  4. Pasang perlak.
  5. Gunakan sarung tangan steril.
  6. Pasang duk steril disekitar alat genital.
  7. Bersihkan vulva dengan kapas sublimat dengan arah dari atas ke bawah (kurang lebih 3 kali hingga bersih).
  8. Buka labia mayora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri dan bersihkan bagian dalam.
  9. Kateter diberi minyak pelumas atau jeli pada ujungnya (kurang lebih 2,5-5 cm) lalu masukkan perlahan dan minta pasien menarik napas dalam, masukkan (2,5-5 cm) atau hingga urine keluar.
  10. Setelah selesai isi balon dengan menggunakan spuit untuk kateter menetap dan bila intermiten tarik kembali sambil pasien menarik napas dalam.
  11. Sambung kateter dengan kantong penampng urine dan fiksasi ke arah samping.
  12. Rapikan alat.
  13. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.
  14. Catat prosedur dan respons pasien. 

Video Pemasangan Kateter Pada Pria



Video Pemasangan Kateter Pada Wanita


Semoga Bermanfaat...

Courtesy by:
Hidayat Azis Alimul,  Musrifatul Uliyah. 2002. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC.
Youtube.com 

Baca Selengkapnya ....

The Power Of Kepepet In The World Of Nursing

Posted by Unknown Minggu, 10 November 2013 0 komentar

Selamat malam sobat dox article, hari ini cukup cerah untuk menulis artikel walaupun saya tidak menulis outdoor. Seperti biasa jam 7 malam saya lagi asik menonton MTGW disalah satu stasiun TV swasta dan keinget dengan yang judulnya "The Power Of Kepepet". Nah, sekarang kita bahas "The Power Of Kepepet In The World Of Nursing" apa ada? Tentu saja ada... cekidot

The power of kepepet atau lebih kita kenal dengan istilah kekuatan berfikir kritis atau Critical Thinking. Saat kita menjadi seorang mahasiswa, kita selalu diingatka bahwa mahasiswa itu haruslah kritis. Sebagai seseorang yang kuliah di Ilmu Keperawatan kekuatan untuk berpikir kritis saya sadari memang sangatlah diperlukan. Coba saja ketika didosen memberi sebuah contoh kasus dan kita harus menegakkan 1 atau lebih diagnosa keperawatan dalam durasi singkat.

Bukan hanya di perkuliahan, kemampuan untuk berpikir kritis lebih sangat diperlukan jika sudah berada dilapangan. Pasien datang dengan kondisi gawat darurat, dalam situasi seperti ini kemampuan berpikir kritis akan sangat diandalkan sebelum melakukan tindakan. Ingat !!! yang dihadapi bukanlah benda mati atau mesin rusak, tetapi nyawa seseorang yang jadi taruhannya, salah bertindak berakibat fatal terhadap klien. Oleh karena itu selama masih menjadi mahasiswa asahlah tajam-tajam kemapuan berpikir kritis kita agar suatu saat nanti kita dapat menjadi Nurse yang berperan penting dalam dunia keperawatan dan medis.

Go A Head Nurse !!! I'm a nurse and I'm proud !!!

salam,

Baca Selengkapnya ....

Pahami 5 Pertanda Kanker Menyerang Anda

Posted by Unknown Sabtu, 09 November 2013 0 komentar
Selamat sore blogwalker, sore ini kita akan sedikit membahas mengenai memahami secara dini 5 pertanda jika kanker menyerang tubuh anda. Cekidot...

Kanker adalah momok bagi banyak orang di dunia. Bagaimana tidak, penyakit ganas tersebut telah menyerang lebih dari 12.7 juta orang di seluruh dunia. Angka tersebut bahkan diprediksi meningkat menjadi 21 juta kasus pada 2030 nanti. Gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, berolahraga secara rutin serta bebas stres memang diklaim bisa menghindarkan Anda dari bahaya kanker, namun risiko terserang tetap saja mengintai.

Untuk membuat orang lain lebih waspada dengan bahaya kanker yang mengintai, praktisi pengobatan holistik, David Brownstein, M.D, menghadirkan panduan lengkap untuk mencegah kanker yang sekaligus mengajarkan pembacanya untuk mengenali lima gejala awal kanker.

Seperti dilansir Newsmax Health, gejala awal sel-sel kanker memasuki tubuh ditandai dengan lima gejala berikut, yakni ketidakseimbangan hormon, rendahnya senyawa iodine dalam tubuh yang berpengaruh terhadap kerja hormon tiroid, defisiensi vitamin D, rendahnya kadar pH, serta kandungan gula dalam darah yang tinggi.

Alasannya? Brownstein menjelaskan, sel kanker menyukai gula dan kondisi tubuh yang asam. “Sel kanker tumbuh cepat di lingkungan yang asam. Selain itu, sel kanker juga sangat menyukai gula. Glukosa menjadi material utama bagi sel kanker untuk membelah diri dengan cepat,” papar Brownstein.

Selain itu Brownstein juga menambahkan tingginya kadar gula dalam arah bisa membuat tubuh menjadi asam. “Gula akan diubah menjadi asam, yang berarti membuat tubuh semakin asam,” kata Brownstein.

Lalu bagaimana cara mengatasinya agar kanker tidak mudah mendekat? Brownstein menganjurkan untuk mempraktekkan pola makan sehat.

“Logikanya, jika kita makan makanan sehat, maka kita menyeimbangkan kadar vitamin dan hormon dalam tubuh, yang pada akhirnya memperkuat sistem imunitas,” ujar Brownstein, sembari menambahkan sistem imunitas prima bisa mempertahankan tubuh dari sel kanker, begitu juga dengan penyakit lainnya.

Terakhir, Brownstein menganjurkan untuk banyak mengonsumsi makanan organik yang bebas hormon dan antiobiotik, selain memperbanyak asupan makanan dengan kandungan omega-3 dan omega 6 seimbang.

Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah prinsip kesehatan zaman sekarang.

courtesy by:  www.life.viva.co.id

Baca Selengkapnya ....

Perawat Di Mata Masyarakat

Posted by Unknown Jumat, 08 November 2013 0 komentar
Selamat siang sobat, hari ini hujan cukup lebat sehingga kain jemuran gak akan bisa kering. Tapi bukan itu yang akan kita bahas, itu cuma basa basi aja..hehe

Di setiap daerah image atau pandangan terhadap seorang perawat berbeda-beda. Contoh di belahan dunia bagian barat sana, seorang perawat terlebih perawat wanita terkenal dengan hal-hal yang berbau pornografi . Lain halnya dengan di Indonesia, image seorang perawat terkenal dengan hal-hal yang berbau horor, liat aja suster ngesot, saya heran itu suster dah jadi hantu kok masih lumpuh aja. #kidding.

Tapi semua itu hanyalah dunia hiburan, tidak semua orang memandang profesi perawat seperti itu. Masih banyak masyarakat yang memandang positif profesi perawat. Bahkan di beberapa daerah seseorang yang memiliki profesi di bidang kesehatan sangatlah di hormati. Semua itu tergantung perawatnya sendiri apakah si perawat menghormati profesinya sebagai seorang perawat. Jika iya, kita sebagai perawat yang terhormat haruslah melakukan tugas dengan sebaik-baiknya, bersikaplah santun dihadapan klien untuk menjaga kehormatan seorang perawat.

Seiring berjalannya waktu profesi keperawatan sudah menjadi profesi yang mandiri, sudah banyak perawat-perawat yang berperan penting di dunia kesehatan khususnya keperawatan. Perawat bukanlah pembantu dokter, yang sebenarnya perawat itu adalah mitra dari dokter dan profesi-profesi kesehatan lainnya. Mengapa demikian? itu karena profesi ini memiliki tugas dan kompetensi  yang berbeda-beda jadi tidak ada yang namanya pembantu semua saling membutuhkan.

Jadi kesimpulannya kita sebagai seorang perawat jadilah perawat yang berkualitas dan profesional karena tugas perawat dan profesi lainnya sangatlah penting untuk mensejahterahkan masyarakat di bidang kesehatan. Hormati profesimu jangan menjadi perawat jika tidak mau menghormati profesi anda sendiri.

I'm A Nurse And I'm Proud...
salam sejawat.

Baca Selengkapnya ....

Pasang Iklan Anda Di Dox Article BLOG

Posted by Unknown Rabu, 30 Oktober 2013 0 komentar

Sebuah usaha tidak akan maju jika tidak ada perkenalan terhadap publik. Oleh karena itu admin "Dox Article" akan membuka jasa pasang iklan berupa banner dan link yang akan ditempatkan di bagian strategis dala blog ini.

Bagi advertiser yang mempunyai produk, jasa dan sebagainya yang ingin diiklankan melalui blog kebanggaan kita ini bisa menghubungi doxarticle@gmail.com secepatnya akan direspon.

Thanks for your attention.


Baca Selengkapnya ....

Kekerasan Mental VS Kekerasan Fisik

Posted by Unknown 0 komentar

Selamat pagi sahabat "Dox Article", semoga hari ini menjadi hari yang lebik baik dari hari-hari sahabat sebelumnya. Beberapa minggu yang lalu kita sudah membahas mengenai ASKEP Jiwa Pada Pasien Dengan Harga Diri Rendah silahkan dibaca bagi yang belum membacanya. Nah sekarang kita akan bahas mengenai kekerasan mental apakah lebih buruk dan kejam daripada kekerasan fisik? cekidot...

Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan kekerasan mental pada orang lain. Kenapa begitu? Karena hanya dengan mulut saja kekerasan mental dapat meluncur keluar dan menyerang orang lain bukan secara fisik tetapi secara mental. Bahkan terkadang hasil dari kekerasan mental tidak kasat mata alias tidak terlihat bahwa seseorang mengalami sakit mental karena orang lain.

Beberapa hal yang dapat dibilang kekerasan mental adalah meremehkan, merendahkan, meneror, memperdaya, kebohongan yang terungkap dan sebagainya. Coba diingat kembali apakah anda pernah melakukan hal itu terhadap orang lain didekat anda. Jika pernah sebaiknya jangan dilakukan lagi. Kenapa? karena kekerasan mental itu jauh lebih buruk akibatnya daripada kekerasan fisik. Bahkan di ilmu keperawatan tidak ada yang namanya pasien sembuh dari sakit mental yang ada hanya keadaan pasien membaik. Lain halnya dengan sakit fisik, dengan perawatan yang benar pasien dapat dibilang pasien sembuh total dari penyakitnya, walaupun tidak semua penyakit.

Kekerasan mental biasanya ada dalam hubungan suami-istri, orang tua-anak, bos-bawahan bahkan sepasang kekasih ini sangat sering terlihat. Tanpa disadari orang didekat kita mengalami sakit mental karena perbuatan kita. Ibu yang menelantarkan anaknya, perselingkuhan, berbohong terhadap pasangan anda dan terungkap, merendahkan bawahan anda didepan banyak orang dan sebagainya. Itu hanya sebagian dari kekerasan mental masih banyak lagi perbuatan yang bisa dibilang perilku kekerasan mental. Kekerasan mental dari orang terdekat adalah yang paling beresiko tinggi korban mengalami gangguan jiwa. Jika sudah mengalami gangguan jiwa pasien harus ditangani oleh dokter jiwa, perawat jiwa ataupun psikolog. Karena jika dibiarkan akan memperburuk keadaan.

Nah, sekarang anda sudah tahukan yang mana lebih buruk dan kejam antara kekerasan mental daripada kekerasan fisik? ya, kekerasan mental lah yang lebih buruk. Tapi bukan berarti anda boleh melakukan kekerasan fisik ya. Jadi mulai sekarang lebih bijaklah dalam berkata-kata dan berperilaku. Sayangi dan hormati orang tua, anak, kekasih, kerabat dan bawahan anda. Jadilah orang yang disenangi dan disegani oleh orang lain. Terima kasih sudah menyempatkan catatan singkat dari saya dan selamat beraktifitas.

Salam

Baca Selengkapnya ....

Kekeliruan Diet (OCD) Deddy Corbuzier Menurut Dokter

Posted by Unknown Senin, 28 Oktober 2013 0 komentar
VIVAlife - Obsessive Corbuzier's Diet. Tak hanya ramai dibicarakan, metode diet ala Deddy Corbuzier ini juga mewabah ditiru banyak orang. Wajar, perubahan bentuk tubuh Deddy yang signifikan setelah ia melakoni diet ini, sungguh memotivisi banyak orang.

Atas keberhasilannya itu, Deddy tak mau menyimpan ilmunya. Ia lalu membuat e-book yang bisa diunduh secara gratis. Dalam waktu singkat, tercatat lebih dari delapan juta orang membacanya. Di dalamnya juga bertebaran testimoni dari para pengikut yang menyatakan keberhasilan menjajal diet yang mengedepankan "jendela makan" tanpa harus mengkalkulasi kalori yang masuk dalam tubuh.

Namun tak semua pihak, terutama medis setuju akan diet ini. Salah satunya pakar nutrisi dan pemerhati diet, yang juga ahli strength and conditioning untuk atlet, dr. Phaidon Toruan. Sejak awal Deddy Corbuzier memperkenalkan diet itu ia menolak. Menurutnya, diet Deddy ini tidak tidak berorientasi pada kesehatan.

Ia menuturkan bahwa Deddy hanya memperkenalkan cara untuk membuat tubuh menjadi kurus, bukan untuk tubuh sehat.

"Sayangnya dia nggak tahu kalau mau kurus itu harus dilihat dulu penyebab kegemukannya. Jadi bukan sekedar diet," ujarnya saat dihubungi VIVAlife.

Phaidon mencontohkan dengan wanita yang mengalami kegemukan karena mengonsumsi pil KB. Saat ia ingin kurus dengan menerapkan diet OCD tapi tetap mengonsumsi pil tersebut, ia tidak akan menjadi kurus. Karena penyebab kegemukan ada pada pil KB yang memancing hormon gemuk dalam tubuh.

Yang juga disayangkan oleh Phaidon adalah: diet yang diterapkan Deddy sama sekali tidak mempedulikan konsumsi kalori yang masuk ke dalam tubuh. Menurut Phaidon dengan menyebutkan boleh makan apapun, artinya dalam diet OCD ini karbohidrat bisa didapat dari mana saja, termasuk dari lemak trans yang sudah jelas terbukti tidak sehat.

Sehingga jika metode diet ini diterapkan dan lalu berhenti, kemungkinan besar berat badan akan kembali naik.

Bukan hanya soal kebebasan kalori, diet yang melarang pelakunya untuk sarapan ini juga berimbas buruk pada tubuh. Efek yang paling jelas: kerja otak melemah.

Meskipun begitu Phaidon mengakui bahwa beberapa menu sarapan memang dapat memperlambat metabolisme, seperti yang pernah diungkapkan oleh Deddy Corbuzier.

"Kalau sarapannya dengan menu yang tidak sehat seperti nasi goreng. Memang benar. Tapi kalau sarapannya dengan menu yang sehat, seperti roti gandum atau buah itu efeknya bagus sekali untuk kerja otak jadi maksimal," ujarnya.

Dokter yang juga dikenal sebagai pakar gaya hidup sehat ini menyatakan bahwa diet yang diterapkan Deddy belum tentu bisa diterapkan juga pada orang lain. Sebelum melakukannya, harus dilihat dulu seperti apa gaya hidup Deddy sebelum menjalani diet tersebut.

Dalam konteks Deddy yang sebelumnya sudah terbiasa menjalani olahraga berat dan sering menjalani fitnes, tidak sulit baginya untuk berolahraga ketika puasa. Begitupun dengan pola makan, Deddy yang terkenal sebagai perokok berat ini, jelas lebih mudah menahan lapar dalam waktu yang lama.

Phaidon menegaskan, diet sehat adalah diet yang mengatur menu makan sehat. Seperti dengan karbohidrat kompleks dan makanan yang tidak digoreng. Seperti nasi merah, gandum, dan mengganti gula pasir dengan gula aren atau madu.

"Gula pasir itu bahayanya banyak sekali. Dia itu bisa menyebabkan gangguan usus, kanker usus besar, gangguan pembuluh balik tungkai, wasir dan banyak lagi," ujarnya.

Diet dengan pola makanan sehat memang membutuhkan waktu lama. Karena menurutnya bukan berat badan yang harus diperhatikan, tetapi lebih kepada perubahan komposisi tubuh.

Diet yang baik adalah dengan mengurangi lemak dan menambah masa otot. Sayangnya, banyak pelaku diet yang justru mengurangi masa otot, bukan mengurangi lemak.

"Begini, kalau lemak berkurang 50 persen, dan masa otot naik 50 persen. Berat badan sama, tapi lingkar pinggang pasti mengecil. Jadi perubahan komposisi tubuh yang harus diperhatikan, bukan berat badan," ujarnya.

Dalam hal pembentukan otot, Phaidon menyarankan untuk pelaku diet melakukan olahraga angkat beban. Tetapi harus diikuti dengan suplai makanan yang sehat dan istirahat yang cukup. Karena sebenarnya pembentukan otot akan lebih maksimal ketika tubuh dalam keadaan istirahat.

Penggunaan suplemen pun sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Namun dianjurkan jika ingin membantu pembentukan otot lebih cepat.

Dalam wawancara dengan VIVAnews.com beberapa waktu lalu, Dedy menyampaikan bahwa metode diet sudah menolong banyak orang. (Wawancara Dedy selengkapnya...)

Courtesy by: Viva Life

Baca Selengkapnya ....
close

Translate

Followers

Facebook Badge


Blog Stats